Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sikap dalam Menghadapi Mimpi dalam Islam

Sikap dalam Menghadapi Mimpi dalam Islam

Mimpi merupakan kejadian yang di alami seseorang saat sedang tertidur, maka sering orang menyebutnya sebagai bunga tidur. Secara kejadian mimpi terjadi saat seseorang berada di alam bawah sadar artinya, mereka yang bermimpi dalam keadaan tidak sadar karena kondisinya dalam keadaan tidur.

Lantas, apakah semua mimpi itu hanya hiasan tidur, apakah hanya bunga tidur ? karena dahulu kita sering mendengar kisah para nabi yang bermimpi dan tidak sedikit yang menjadi kenyataan, bahkan kita sangat hapal betul mimpinya orang kafir yang sampai hari ini masih diceritakan. Seperti mimpinya Fir’aun yang berakhir dengan runtuhnya kerajaannya di tangan nabi Musa, Alaihi Salam. Hal itu telah digambarkan dari mimpinya.

Bagaimana mimpi menurut ajaran agama Islam ? karena kita sebagai Muslim, tentunya tidak ingin terjerumus dalam penafsiran mimpi yang salah dan berujung pada kemusyrikan, untuk itulah sebenarnya sebagai Muslim yang bijak, tidak perlu sebenarnya kita mencari-cari makna dari mimpi yang kita alami, dalam Islam sebenarnya mimpi itu ada 3 bentuknya, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW, berikut ini :

Mimpi itu ada tiga: mimpi yang baik adalah khabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan dari Syetan, dan mimpi seseorang yang menceritakan hanya darinya,”  (HR. Muslim dari Abi Hurairoh ; Maktabah ;2263).

Saat ini, banyak sekali para pentakwil mimpi. Namun, kebanyakan dari mereka hanya mengetahui dari orang-orang terdahulu atau dari buku tafsir mimpi yang mereka baca, untuk itulah sangat disayangkan tatkala kita penasaran dengan takwil mimpi yang kita alami, ternyata bermakan buruk, akan mengakibatkan hati menjadi tidak tenang dan berusaha menjauhi dari penyebab buruk yang akan datang pada diri, sebab dari tafsir mimpi yang tidak benar tadi.

Saat ini yang perlu kita lakukan saat mengalami mimpi adalah cukup diri kita dan Allah saja yang mengetahuinya, baik itu merupakan mimpi yang baik yang datangnya dari Allah, terlebih lagi saat kita mengalami mimpi buruk yang datangnya dari syetan.

Jika mimpi buruk itu kita pikirkan secara terus menerus, tentu akan mengakibatkan stress berkepanjangan dan menjadikan diri kita ketakutan, cukup kita berdoa kepada Allah semoga tidak terjadi hal buruk dalam kehidupan nyata kita, karena semuanya atas izin Allah dan tidak ada sesuatu kejadian pun jika Allah tidak menghendakinya.

Baca Juga : Begini Orang yang Bahagia Menurut Rasul

Jangan sekali-kali mencari fakta atau takwil dari mimpi buruk kita, karena tidak ada ilmu pasti terhadap takwil mimpi itu dan besar kemungkinan menjadikan orang yang suka mentakwil mimpi menjadi musyrik akibat mempercayai apa yang akan terjadi akibat tafsir dari mimpi.

Perkara masa depan adalah hal ghaib, maka oleh sebab itu, mempercayai yang akan terjadi setelah takwil mimpi adalah berdosa, mendahului kehendak dan keputusan Allah, jalani hidup seperti biasanya. Abaikan semua mimpi-mimpimu, jangan jerumuskan dirimu dalam dosa akibat mimpi yang dialami, semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Sikap dalam Menghadapi Mimpi dalam Islam"