Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dampak Pandemi pada Sektor Properti di Indonesia

Di awal tahun 2020 masyarakat dunia dihebohkan dengan masifnya penyebaran virus corona yang pada akhirnya disebut dengan Covid-19. Berbagai sektor dipengaruhi oleh mengganasnya virus tersebut, mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, pariwisata dan juga sektor properti. Menurut situs https://www.worldometers.info/ sampai hari (23 Maret 2021) tercatat 123.961.425 orang di seluruh penjuru dunia telah terjangkit Covid-19 dan sudah sebanyak 2.729.279 orang yang meninggal dunia.

Sedangkan di Indonesia sendiri ada sebanyak 1.465.928 orang yang terjangkit penyakit dari virus Covid-19 tersebut. Sedangkan untuk korban meninggal dunia da sekitar 39.711 orang. Pemerintah Indonesia dengan berbagai upaya tentunya terus melakukan pencegahan dan pengobatan untuk meredam Covid-19 itu terus berkembang.

Di samping terus mengatasi Covid-19 yang terus saja berlanjut, pemerintah Indonesia juga mulai bangkit dari berbagai sektor, termasuk dalam sektor perekonomian. Untuk memulihkan itu semua pemerintah juga membantu membangkitkan kembali berbagai sektor yang sempat sepi bahkan mati.

Covid-19 Berdampak pada Sektor Properti

By Pixabay

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa berbagai sektor terdampak akibat adanya pandemi. Begitu pula dengan sektor properti yang notabenenya bisnis besar dan membutuhkan keuangan yang tidak sedikit, bahkan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida menyebutkan, pandemi Covid-19 berdampak besar bagi sektor properti di Indonesia.

Pandemi telah menunjukkan angka penurunan dalam bidang properti tidak tanggung-tanggung 50-90% memukul telak bagi pebisnis properti di Indonesia. Pandemi memang telah membuat sektor properti di berbagai bidang, seperti mal, hotel, perkantoran dan juga perumahan turun drastis.

Pada sektor perumahan menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Real Estat Indonesia (REI) Hari Ganie, penjualannya menurun hingga 50%-60%, jadi dapat dikatakan bahwa pandemi ini merupakan masa-masa sulit bagi perkembangan sektor properti di bidang perumahan.

Menurut Ia juga, efek pandemi ini menghantam sektor ekonomi hingga satu atau dua tahun ke depan baru mulai membaik lagi. Untuk memulihkan sektor perumahan itu sendiri, pemerintah ikut andil dalam mempertahankan dan meningkatkan kembali daya jual dari properti yang satu ini.

Dari segi pencari properti di masa pandemi ini, tentunya akan mendapatkan berbagai macam potongan dan promo-promo, seperti pada saat normal pembelian rumah dengan DP bersaing, saat pandemi ini bisa saja diturunkan, bahkan banyak penawaran yang menggiurkan dengan DP 0%. 

Dalam bidang PPh pun juga mengalami penurunan, di mana sebelumnya pemilik hunian mewah dikenakan PPh sebesar 5%, namun untuk saat ini hanya sekitar 1% saja. Dari segi kepengurusan validasi PPh atas penjualan tanah dan rumah ini pun mengalami kemudahan dan jangka pengurusannya dipersingkat dari yang awalnya hingga 15 hari kerja, saat ini bisa selesai hanya dalam waktu 3 hari saja.

Masihkan Orang Mendambakan Punya Rumah Baru Saat ini ?

Bagi sebagian orang memiliki rumah atau hunian baru adalah sebuah impian, menabung bertahun-tahun atau bahkan membeli rumah dengan cara kredit. Namun, sebagian yang lain menunda memiliki hunian baru dengan alasan pandemi saat ini. 

Pada saat pandemi ini, bagi orang yang suka berinvestasi dalam bidang properti, membeli tanah atau rumah saat ini tepat dilakukan, kenapa ? hal ini mempertimbangkan banyaknya keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan oleh pelaku usaha bidang properti, seperti banyaknya diskon-diskon, adanya keringanan cicilan bagi kredit, harga jual yang relatif murah, hal ini tidak akan ditemukan lagi saat pandemi sudah berakhir dan kehidupan sudah kembali ke normal atau minimal pada saat masa-masa new normal nantinya.

Nah bagi mereka yang memiliki keuangan lebih memilih berinvestasi rumah atau tanah itu dikarenakan beberapa keuntungan berikut ini :

1. Minim Resiko

Dari sekian banyak jenis investasi masa pandemi, memilih investasi di bidang properti tentu minim resiko. Dibeli saat pandemi dengan harga yang relatif murah dan dijual saat nanti sudah mengalami kenaikan. Dibandingkan investasi lainnya di masa pandemi ini tentu resiko lebih besar yang mungkin saja ditemui.

Seperti harga saham yang terus anjlok entah sampai kapan waktu yang tidak pernah kita ketahui akan kembali normal seperti sedia kala. Apalagi jika salah pilih perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi ini, jika saat ini mengalami kebangkrutan bukan tidak mungkin justru uang yang telah kita simpan menjadi raib dan menanggung kerugian yang banyak.

2. Banyak Promo Menarik

Properti saat pandemi ini memberikan banyak promo yang menggiurkan dengan tujuan agar penjualan properti bagi pengembang terus stabil dan menarik minat pembeli lebih banyak lagi, meskipun kondisi pandemi yang terus berlangsung.

Beberapa promo properti di masa pandemi itu misalnya seperti yang dikutip dari viva.co.id, adanya penurunan suku bunga bahkan sampai 1% dan juga promo tanpa DP, program ini sebanrnya bukan berarti membeli properti itu gratis DP (uang muka) hanya saja ada pegembang yang membayarkannya guna menarik minat calon pembeli. 

Disebutkan juga terobosan pengembang yang menarik perhatiannya yaitu Sinar Mas Land. Pasalnya, pengembang ini bersedia membayarkan uang muka bagi para konsumennya melalui program Move in Quickly yang berlangsung dari 22 Maret sampai 31 Desember 2020.

3. Dapat Memiliki Properti Secara Kredit

By Pixabay

Saat ini banyak para pembeli rumah dan properti yang lainnya memilih kredit sebagai pembayaran, karena keterbatasan keuangan tidak ada salahnya memilih cara kredit ini atau juga dikenal dengan istilah sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sebelum memutuskan untuk memiliki rumah dengan sistem kredit atau KPR tentunya Anda harus mengetahui betul simulasi perhitungan biaya KPR yang tersedia, hal ini juga dapat Anda lakukan dengan menghitungnya sendiri pada berbagai situs yang tersedia, misalnya pada situs https://www.mortgagecalculator.uk/.

Pada situs yang disebutkan di atas, Anda dapat melakukan simulasi perhitungan biaya kredit dan cicilan serta jangka waktu yang telah ditetapkan. Melalui situs mortgage calcucalor kita dapat mengetahui berapa besaran kredit atau cicilan setiap bulannya yang harus dibayar, berapa besarnya suku bunga setiap bulan dan berapa jumlah total bunga setiap bulan ataupun selama kredit yang kita lakukan dengan jangka waktu tertentu. 

Selain melakukan simulasi kredit properti di atas, masih banyak yang bisa kita lakukan pada situs mortgage calcucalor, seperti menghitung pendapatan dalam merencanakan Kredit Berjangka untuk mendapatkan properti impian Anda selama ini.  Kalkulator keterjangkauan hipotek, Kalkulator amortisasi hipotek dan sebagainya.

Itulah tadi beberapa hal terkait dengan kondisi pasar properti di masa pandemi ini, semoga memberikan manfaat bagi kita semua.

Sumber : 

https://www.mortgagecalculator.uk/
https://www.worldometers.info/
https://www.liputan6.com/
https://newssetup.kontan.co.id/news/rei-efek-pandemi-terhadap-penjualan-properti-akan-terasa-2-tahun-ke-depan-1
https://property-in.co/membangun-fondasi-ekonomi-yang-kuat/
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/hunian/1220801-sektor-properti-masa-pandemi-lahirkan-ragam-promo-dan-harga-terbaik

Post a Comment for "Dampak Pandemi pada Sektor Properti di Indonesia"