Tradisi Mentawai yang Masih Bertahan

Kebudayaan dan adat-istiadat di Indonesia itu sangatlah beragam, mulai dari daerah Aceh sampai ke Papua. Salah satu daerah yang ada di Indonesia itu adalah kepulauan Mentawai. Mentawai merupakan salah satu daerah yang ada di provinsi Sumatera Barat. Meskipun saat ini kita hidup di era digital atau juga dikenal dengan era modern, namun peradaban pada suku Mentawai masih ada beberapa daerah yang masih mempertahankan adat istiadat yang masih dijalankan oleh suku Mentawai itu sendiri.

Adat-istiadat ataupun tradisi yang masih dijalankan itu diantaranya adalah : Mentato Ala Mentawai, mengerik gigi ( kerik gigi ) Sikerei dan lainnya. Yuuuk...kita simak beberapa tradisi tersebut.

1. Tato Mentawai

Tato Mentawai

Tato, mungkin bukan suatu hal yang asing lagi di Indonesia atau pun bahkan du belahan dunia ini. Karena mulai dari orang pedalaman sampai kepada orang kota, sudah akrab dengan yang namanya tato ini. Tato adalah melukis atau menggambar di atas tubuh manusia dengan media jarum dan tinta untuk mempertahankan permanen di tubuh manusia. Menurut beberapa pendapat ahli, tato yang paling tua itu ditemukan pada mumu Mesir pada abad ke 20. Namun seni lukis tubuh in, dapat kita temukan di berbagai penjuru dunia dan berbagai macam desain yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Sedangkan untuk daerah di Indonesia tato yang tertua itu. Diyakini adalah tato Mentawai. Masyarakat Mentawai mengenai tato itu dengan istilah titi. Bagi warga Mentawai tato adalah roh kehidupan. Bahkan dalam masyarakakat Mentawai posisi tato dapat menunjukkan identitas dan perbedaan status sosial.

Fungsi lain dari tato bagi masyrakat Mentawai adalah sebagai simbol keseimbangan alam. Jenis tato yang banyak dilestarikan oleh masyarakt setempat adalah objek alam, seperti batu, hewan dan tumbuhan. Namun, seiring perkembangan zaman, tato Mentawai sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya, bahkan hanya di daerah Siberut saja masyarakat yang masih setia dengan melestarikan budaya tato ini.

2. Tradisi Kerik Gigi

Tradisi Kerik Gigi Mentawai

Kerik gigi adalah tradisi meruncingkan gigi bagi masyarakat mentawai banyak dilakukan oleh para gadis suku Mentawai. Bagi gadis Mentawai adat/trtadisi kerik gigi merupakan salah satu cara dalam mempercantik penampilan, selain itu juga sebagai simbol bahwa gadis Mentawai sudah beranjak dewasa. Bagi masyarakat Mentawai dengan kerik gigi, para wanita di sana terlihat lebih cantik.
Proses kerik gigi itu sakit, karena hanya menggunakan peralatan manual yang biasa digunakan untuk kebutuhan pada tubuh manusia, seperti memahat dan sejenisnya. Meskipun terasa sakit, bagi wanita Mentawai hal itu adalah salah satu proses menuju oencarian identitas diri. Sehingga dengan senang hati mereka mau melakukannya.

Baca Juga : Batagak Kudo-Kudo Tradisi Membangun di Minangkabau

Meskipun tidak semua orang sepakat dengan dilakukannya kerik gigi dapat menambah penampilan wanita Mentawai terlihat lebih cantik. Namun, dari sudut pandang berbeda mereka menganggap dengan dilakukannya kerak gigi mereka terlihat lebih cantik. Hal ini menggambarkan dan mengajarkan kepada kita, bahwa kecantikan itu relatif dari sudut mana engkau memandangnya. Bagi orang si A sangat cantik, bagi yang lain, justru si A ini biasa saja. Maka oleh sebab itu, kecantikan dipandang berbeda dari setiap orang yang memandangnya.

3. Sikerei Si Dukun dari Mentawai

Sikerei Si Dukun dari Mentawai

Tradisi memanggil dukun dengan sebutan Sikerei adalah tradisi orang Mentawai. Bagi mereka Sikerei adalah seseorang yang dianggap memiliki keahlian spritual. Sikerei juga dipercaya memiliki kedekatan dengan roh nenek moyang leluhur mereka.

Sikerei juga dipercayai menjadi pemimpin setiap ada upacara adat. Seperti upacara kelahiran sang bayi, kematian seseorang, uapcara berburu dan sebagianya, maka yang berhak dalam memimpin mereka adalh sikerei ini.

Nah, itulah 3 adat Mentawai yang unik, sebagai bagian keberagaman adat dan kebudayaan di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimkasih telah berkunjung.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner