Jangan Iri, Apalagi Dengki

Dalam hidup terkadang kita selalu melihat kondisi orang lain yang lebih baik kehidupannya. Dibandingkan kita, mereka lebih sukses dan lebih berbahagia. Apa yang diinginkan mereka dapatkan. Sehingga dengan seringnya begitu dan selalu saja begitu, muncullah benih-benih rasa iri dalam hati. Sifat iri tak hanya sampai di situ ia akan terus selalu berkembang dan tumbuh menjadi sifat dengki.

Jangan IriIri adalah sifat yang tidak senang melihat kondisi orang lain lebih baik daripada kita. Sedangkan puncak daripada iri itu adalah dengki. Dengki adalah sikap yang berusaha menghilangkan kenikmatan yang diperoleh orang lain lenyap dari dirinya.

Jika iri dan dengki telah tumbuh dalam diri seseorang, tentu hidup akan terasa resah dan gelisah. Selalu tidak senang terhadap orang lain. Orang susah ia bahagia, orang bahagia justru ia yang susah. Padahal orang lain tidak pernah mengganggu kehidupan dia. Mengapa ia selalu merasa ia iri dengan kehidupan orang lain.

Lantas, bagaimanakah cara kita menghindari diri dari sifat iri dan dengki ? untuk menghindari diri dari sifat iri dan dengki itu, seharusnya kita berusaha menjadikan diri ini :

1. Melihat kesusahan orang lain sebagai ujian baginya dan bila mampu, tolonglah mereka dan minimal mendo'akan mereka terlepas dari kesulitan dan kesusahan hidupnya.

2. Menjadikan kenikmatan yang didapat orang lain, sebagai bahan renungan bagi kita. Bahwa hidup ini tak selamanya dan suatu hari kita akan kembali ke tanah. Dan di sana, kita tak membawa harta yang kita miliki di dunia ini. Sekaya dan semewah apapun kehidupan kita hari ini. Ternyata semua itu hanya sebatas untuk kehidupan di dunia ini saja. Tak lagi dapat kita manfaatkan setelah kita berada di alam kubur. Bahkan pakaian yang kita banggakan, paling mahal harganya sekalipun. Tidak kita bawa saat meninggal. Kecuali hanya 3 helai kain putih yang ada di tubuh ini.

Namun, kain kafan yang 3 helai tadipun tak dapat menyelamatkan kita dari pedihnya siksa kubur, sehingga yang dapat menolong kita di alam kubur itu. Dan selamat dari kejamnya malaikat Munkar dan Nakir mengazab manusia di alam kubur adalah amalan yang kita miliki.

Semakin banyak amal yang dibawa mati, maka semakin banyak pula kesempatan kita untuk mendapatkan kesempatan terbebas dari siksaan kubur. Sebaliknya sedikit amal yang kita bawa, tentu akan menyebabkan kesengsaraan di alam kubur nantinya. Wallahu A'lam.  
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner