Berawal dari Zakat untuk Mengurangi Kemiskinan

Jumlah penduduk miskin di Indonesia masih menjadi persoalan, meskipun menurut data Badan Pusat Statistik, bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia tahun 2017 turun dari tahun sebelumnya. Namun angka dari jumlah kemiskinan di Indonesia itu masih tinggi, berikut data menurut Badan Pusat Statistik. Profil kemiskinan di Indonesia.
Terlihat infografis data kemiskinan di Indonesia, terus mengalami penurunan. Hal ini pertanda baik bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, tidak dapat dipungkiri. Bahwa kecilnya persentase kemiskinan pada tahun lalu jika dilihat dari hitungan angkanya masihlah sangat besar. Abstrak infografis di atas adalah :
Dalam agama Islam, salah satu langkah dalam mengurangi kemiskinan itu adalah dengan diwajibkannya mengeluarkan zakat bagi orang yang mampu. Ya, zakat salah satu tujuannya adalah untuk mensejahterakan orang-orang yang tergolong dalam kelompok asnaf yang delapan, yaitu orang yang berhak menerima zakat.

Zakat menurut bahasa berarti bertambah dan tumbuh. Sedangkan menurut istilah zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Kewajiban zakat terdapat dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat : 103.

Artinya : 
" Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui ". ( At-Taubah ayat : 103 )
Dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu. Maka zakat sangat bermanfaat untuk mereka yang tergolong kepada Mustahik ( orang-orang yang berhak menerima zakat ). Dan zakat bermakna bagi Muzakki ( orang yang mengeluarkan zakat ), Menurut saya setidaknya ada 4 makna zakat.
1. Membersihkan Harta
Sebagaimana firman Allah di atas, pada surah At-Taubah ayat 103. Bahwa zakat itu bermakna untuk membersihkan harta seseorang dari kekikiran dan cinta terhadap harta. Dengan berzakat kita menyadari bahwa disetiap harta yang dimiliki ada hak orang lain.

2. Solidaritas sesama Muslim
Pernahkah kita merasakan apa yang orang miskin rasakan ? hidup serba kekurangan, penghasilan dapat hari ini dan habis juga untuk hari ini. Terkadang, orang miskin terpaksa puasa. Di saat tidak ada yang mau dimakan.

Dengan mengeluarkan zakat, kita ikut merasakan. Apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tidak mampu.

3. Hidup lebih Berkah
Harta yang banyak tetapi tidak berkah, akan menyebabkan kegelisahan dalam jiwa pemiliknya. Bagi Muslim harta yang dimiliki itu tidak cukup hanya kuantitas. Lebih daripada itu adalah bagaimana kita memiliki harta yang berkah.

Orang yang senantiasa berzakat, hartanya menjadi berkah di dalam hidup. Keberkahan harta yang dimiliki akan berdampak positif kepada pemiliknya. Orang yang hidupnya berkah pun, akan menjadikan ia semakin bersyukur dan senantiasa mentaati perintah Allah SWT.

4. Tumbuh dan Berkembang
Siapa yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, maka yakinlah Allah akan melipat gandakan hartanya tersebut, semakin banyak memberi semakin banyak yang didapatkan dari Allah. Bahkan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah ( Infaq, zakat, sedekah ) seperti orang yang menanam sebutir benih/biji yang akan terus tumbuh dan berkembang, seperti firman Allah berikut :

" Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui"( QS. Al-Baqarah : 261 )

Demikianlah tulisan saya mengenai " Berawal dari Zakat untuk Mengurangi Kemiskinan " semoga bermanfaat.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner