Lima Cara Membimbing Anak Agar Nyaman Dalam Belajar

- 04.27
Kesuksesan Anak dalam perihal apa saja, termasuk dalam pendidikannya, sudah barang tentu tidak terlepas dari bagaimana kita sebagai orang tua membimbing dan memberinya motivasi untuk menemukan cara terbaik ia dalam menjalani proses belajar dirumah dan disekolah.
Lima Cara Membimbing Anak Agar Nyaman Dalam Belajar

Terkadang kita juga sebagai orang tua merasa bingung dalam memberikan fasilitas kepada sang anak demi mencapai kenyaman ia dalam belajar sehingga hasil yang diharapkan bisa terwujud. Keraguan dalam kemampuan anak justru membuat kita semakin bingung, harus kemana kita arahkan anak kita tersebut, terkadang kita melepaskan diri saja dengan menyerahkan anak ditempat kursus, yang terkadang hal itu membuat ia bosan dan jenuh dengan rutinitas yang sama seperti yang ia temukan disekolah formalnya.

Setiap anak tentunya memiliki bakat tertentu dan kenyamanan dalam belajar tertentu berbeda antara satu dengan yang lainnya, ini perlu menjadi perhatian kita sebagai orang tua, jangan sampai dalam belajar anak kita merasa tidak nyaman, lantas dalam bakat ia tidak berkembang, karena ketidaktahuan kita akan hal itu.

Beberapa hal perlu menjadi perhatian dan perlu kita terapkan dalam mengembangkan bakat dan kecerdasan anak, sehingga dengan hal itu ia merasakan kenyamanan dalam belajar, yaitu :

1. Dalam hal kecerdasan, kita arahkan anak untuk menetapkan tujuan akademiknya, dalam arti bahwa ada tujuan yang akan ia capai semasa proses pendidikan untuk masa-masanya yang akan datang.

2. Ajak komunikasi anak saat anda berada dirumah, usahakan menyediakan waktu untuk hal ini, bukan hanya disela-sela waktu luang dari kesibukan aktifitas sehari-hari. Sediakan waktu ia untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang kita ajukan.

3. Ciptakan kondisi dirumah agar anak merasakan nyaman belajar seperti menyediakan ruang belajar yang nyaman dan sebagainya yang berhubungan dengan perihal pendidikannya.

4. Bawalah ia ketempat-tempat yang ada unsur pendidikan, seperti membawa keperpustakaan daerah, kemuseum-museum sejarah, ketaman-taman yang indah dan secara tidak langsung kita mengajarkan ia belajar dari alam yang terbuka lebar ini.

5. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak, untuk bisa mengembangkan diri sendiri, bersikap mandiri, berkreasi dan melakukan hal-hal yang ia senangi selagi itu adalah perihal positif untuk dirinya jangan sampai kita hambat perkembangannya.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas maka kita telah berusaha mengarahkan anak kepada arahnya masing-masing, membuat ia nyaman belajar dan berusaha menemukan dirinya dalam bakatnya masing-masing. Artinya mendisipkan diri anak dalam perihal tertentu sangat diutamakan disini daripada mengkhawatirkan persoalan IQ anak.

Pendiri Intrinsic Institute, Dr. Brian Davidson, merupakan seorang peneliti dan guru ia menemukan apa bekal penting yang harus dimiliki murid-muridnya untuk berhasil dalam studinya. 

Seperti, ia menunjukkan dari hasil penelitiannya bahwa disiplin diri dua kali lebih baik ketimbang IQ dalam memprediksi keberhasilan akademik seorang anak. Ini seperti banyak kasus yang sering kita dengar , anaknya tidak terlihat pintar, namun karena dia tekun, sang anak lalu jadi terampil di bidang bakat yang ditekuni.

Artikel Menarik lainnya : Cara Menjadikan Anak Gemar Membaca

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search