Mesbes Bangke, Tradisi Mencabik Mayat Di Bali

Keberagaman Budaya Indonesia itu memang terbilang unik dan semua berjalan sesuai dengan kondisi dan budaya yang telah turun-temurun belangsung sejak nenek moyang terdahulu.
Mesbes Bangke, Tradisi Mencabik Mayat Di Bali

Adakalanya tradisi dan budaya itu biasa saja, ada yang luar biasa, ada yang aneh dan unik, dan ada yang diluar akal sehat manusia normal, namun jika itu sudah menjadi adat dan kebiasaan yang berkembang dimasyarakat, maka seperti apapun yang terjadi dianggap wajar oleh masyarakat setempat, walaupun orang diluaran budaya yang bersangkutan menganggap hal itu tidak wajar.

Salah satu Tradisi yang ada di Indonesia itu adalah " Mesbes Bangke " atau dapat diartikan sebagai tradisi mencabik mayat, tradisi yang diluar kebiasaan masyarakat lain ini, menjadi ritual yang masih dipertahankan oleh masyarakat asli suku banjar buruan desa Tampak siring, Bali.

Tradisi Mesbes Bangke ini dilakukan saat ada salah seorang warga meninggal, ketika mayat dibawa keluar dari rumah duka, maka sang mayat akan dikerumuni oleh masyarakat yang hadir melayat lalu setiap bagian tubuhnya dicabik-cabik dengan gigi dan tangan mereka. 

Kabarnya ini dilakukan oleh warga dalam kondisi kerasukan namun sebagian yang lain ada yang melakukannya dalam keadaan tersadar. Menurut informasi dari dinas dan adat suku banjar Tradisi " Mesbes bangke " sudah berlangsung sejak lama dan tidak diketahui siapa yang memulai ide gila ini.

Hal ini mereka lakukan karena pada saat itu tidak ada formalin untuk mengawetkan mayat, sehingga terjadi bau busuk, karena biasanya mayat pada daerah ini dibiarkan dulu berhari-hari sambil menunggu kedatangan warga dan keluarga yang lain.

Dalam adat masyarakat banjar buruan ini, ada tiga jenis pemakaman bagi orang yang telah meninggal yaitu : Ngaben Langsung, Penguburan Mayat, dan Ngaben Pribadi, maka yang menjadi tradisi mencabik mayat itu adalah hanya terjadi pada keluarga almarhum yang melakukan Ngaben Pribadi.

Namun satu hal yang pasti bahwa yang hanya boleh ikutan dalam acara mencabik mayat ini hanya warga asli suku banjar buruan, jika ada yang dari luar daerah ikut dalam acara itu dan diketahui oleh warga, maka ia akan dihajar massa.
Mesbes Bangke, Tradisi Mencabik Mayat Di Bali

Namun untuk zaman sekarang tradisi ini sedikit di perbaiki sistemnya dan menghilangkan kesan kejam, karena tubuh mayat akan ditutup dengan kain putih dan pemandangan daging dicabik tidak terlihat lagi.

Meskipun tradisi mesbes bangke ini menuai kontroversi, termasuk oleh umat hindu dibali itu sendiri, karena dianggap terlalu kejam, namun karena tradisi maka sampai hari ini masih dilakukan.

Silahkan Tonton Video Tradisi Mencabik Mayat dibali ini :  
Menarik Untuk Dibaca : Mangadou Tradisi Menangkap Ikan Yang Unik Di SawahLunto

Artikel Berhubungan

Artikel Menarik Lainnya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.