Mangadou Tradisi Menangkap Ikan Yang Unik Di SawahLunto

Hawa khas pedesaan akan sangat terasa saat berada didaerah ini, kemolekan air terjunnya ditengah indahnya hutan tropis serta budaya yang masih dilestarikan sampai saat sekarang ini.
Mangadou Tradisi Menangkap Ikan Yang Unik Di Sawah Lunto

Masyarakat Desa Rantih, Kota Sawahlunto yang terkenal dengan kota wisata tambang nan berbudaya memiliki berbagai keunikan tersendiri, salah satunya tradisi " Mangadou ".

Tradisi Mangadou adalah tradisi menangkap ikan secara tradisional yang masih sangat unik dan menarik untuk disaksikan, dilakukan di sungai ombilin yang merupakan daerah lintasan dari aliran air danau singkarak didesa ini.

Tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, sejak dahulunya Mangadou menjadi tradisi yang menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang kedaerah ini.

Dalam tradisi Mangadou penduduk didesa ini akan melakukan Goro ( gotong royong ), dimulai dengan mengumpulkan pucuk enau lalu pucuk daun enau itu akan dianyam dibentuk seperti dinding, proses ini dilakukan pada malam hari secara bersama-sama.

Fungsi dari anyaman ini adalah untuk menghalau dan menangkap ikan yang ada pada sungai ombilin, sehingga dengan mudahnya mereka menangkap ikan masuk perangkap yang telah disiapkan seperti jala dan tangguk.

Menurut masyarakat sekitar anyaman dari daun enau itu cukup mampu mengarahkan dan menghalau ikan yang ada disungai ombilin kesuatu titik yang telah ditentukan, sehingga sebagian kelompok orang dalam kegiatan ini menghalau dan sebagian yang lain menjala dan menangkap ikan yang telah dihalau itu.

Tradisi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang kedaerah desa Rantih ini, untuk menikmati keindahan alam dan keramahan penduduknya.

Lokasi Desa Rantih Sawahlunto :  Klik Disini 

Artikel Berhubungan

Artikel Menarik Lainnya

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.