Adab Buang Air Kecil dalam Islam

  Rustam Efendi      
Adab Buang Air Kecil dalam Islam

Buang air kecil atau buang air seni adalah suatu hal yang menjadi rutinitas manusia mulai bayi sampai kepada orang tua, buang air kecil merupakan cara kita untuk membuang kotoran dalam tubuh dalam bentuk air seni.

Namun demikian bukan berarti kencing atau buang air kecil boleh sembarangan dan tanpa aturan, karena setiap lini kehidupan ini ada aturan yang harus menjadi perhatian bagi kita, terutama bagi umat Islam.

Secara Islam, saat Anda kencing berdiri ketika akan melaksanakan shalat, saat melakukan shalat terasa ada yang keluar dari kemaluan. Kenapa ? karena akibat kencing berdiri air kencing yang kita buang saat kencing itu, tidak habis keluar dengan sempurna.

Untuk itulah dalam Islam mengatur sampai kepada tata cara buang air kecil yang benar dan tidak melanggar aturan, yaitu sebagai berikut:

01. Buang air kecil jangan menghadap kiblat (ini salah satu cara kita menghormati arah kiblat dalam shalat). Sehingga sangat penting sekali ketika akan membangun WC dirumah kita, perhatikan betul agar tidak salah arah dan menghadap ke kiblat WC kita tersebut.

Hal ini berdasarkan Hadits nabi Muhammad SAW: "Jika salah seorang dari kamu duduk untuk membuang hajatnya, janganlah ia menghadap atau membelakangi kiblat." (H.R Muslim no:389)

02. Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang air kecil. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

"Jika salah seorang dari kamu buang air kecil, janganlah ia menyentuh kemaluannya dan beristinja' dengan tangan kanan. Dan jangan pula ia bernafas dalam gelas (saat minum)." (H.R Al Bukhari no: 150)

03. Membaca Basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat.

Ini jika seseorang memasuki tempat buang hajat berupa bangunan. Sedangkan ketika berada di tanah lapang, maka ia mengucapkannya di saat melucuti pakaiannya. (Keterangan dari Syaikh Abu Malik dalam Shahih Fiqh Sunnah, 1/93.)

Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “Bismillah”.HR. Tirmidzi no. 606, dari ‘Ali bin Abi Tholib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

04. Buang air kecil di tempat tertutup, sebagaimana sabda Rasul: "Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam memboncengkan aku dibelakangnya pada suatu hari, Kemudian dia merahasiakan kepadaku suatu hadits yang aku tidak boleh menceritakan kepada seseorang dari manusia, apa yang Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam paling cintai untuk menutupi manakala membuang hajat adalah bukit atau kebun kurma." (HR. Muslim 342).
logoblog

Thanks for reading Adab Buang Air Kecil dalam Islam

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Very nice sharing mas. Itulah hebatnya Islam, sampai adab buang air kecil pun diperhatikan, semuanya demi kesehatan dan kebaikan kita, baik di dunia muapun akhirat. Dan salah satu penyebab paling banyak siksa kubur adalah sisa air kencing yang masih menempel di celana kita, sedangkan celana tersebut dipakai untuk sholat. Makanya ketika kencing, sebaiknya kita dehem, atau ngejen, agar air kencing keluar semua dengan tuntas.... Itu sih yang biasa saya lakukan. Dan semoga saja kita semua (dan keluarga) dijauhkan dari siksa kubur hanya gara-gara perkara buang air kecil ini ya mas, aamiin...

    BalasHapus