Kesombongan Yang Menyebabkan Tidak Masuk Surga

- 16.12
Assalamu’alaikum wr wb, Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna, karena ia diberikan akal dan hati untuk berfikir dalam kehidupannya. Manakala ia mampu menahan hawa nafsunya dari segala macam kemunkaran dengan akal dan hati yang bersih maka kedudukannya lebih mulia daripada malaikat Allah, namun ketika dalam hidup ia hanya mengikuti hawa nafsunya belaka karena akalnya tidak ia gunakan dengan baik maka kedudukannya lebih hina dari binatang ternak.
Kesombongan Yang Menyebabkan Tidak Masuk Surga

Sebagaimana firmanNya: “Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf: 179)

Salah satu sifat manusia yang menjadikannya hina dan jauh dari Allah Ta’ala bahkan menjadi sebab ia masuk ke dalam nerakaNya adalah kesombongan (Kibr).Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Kesombongan muncul disebabkan karena beberapa hal, diantaranya:

1. Kesombongan yang disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. 
2. Kesombongan yang disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
3. Kesombongan yang disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita apa itu hakikat dari kesombongan, kapan seseorang itu dikatakan sombong. Maka beliau SAW menjelaskan dua ciri utama kesombongan yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia (Batharul Haqqi Wa Ghomtun Naasi).

Adanya kesombongan dalam diri manusia menunjukkan bahwa kondisi hatinya sedang bermasalah, apakah hatinya sakit atau bahkan telah mati. Kibr menjadikan seseorang menolak kebenaran yang datang padanya, tak hanya itu ia pun akan merasa yang ‘paling’ segalanya, apakah paling kaya, paling sempurna, paling bijaksana, paling terhormat, paling cerdas, paling bertakwa, paling tinggi kedudukannya dan lain sebagainya yang menjadikannya meremehkan siapapun yang ada di bawahnya.

Orang yang sombong dengan wajah (paras) dan fisik rupawan yang dimilikinya lupa akan hakikat dirinya yang tercipta dari setetes air mani yang hina, lupa bahwa parasnya yang akan pudar taktala bertambahnya usia di masa senja, dan akan hancur taktala berada di dalam kubur.

Orang kaya yang sombong dengan hartanya lupa bahwa ketika ia lahir ke dunia ia tak memiliki apa-apa dan taktala kematian datang menjemputnya harta yang disombongkannya tak akan menemani diri dalam kuburnya. Orang yang sombong dengan kedudukan dan jabatannya lupa bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang senantiasa butuh kepada Allah sebagai RabbNya, lupa bahwa kedudukan dan jabatan yang didudukinya adalah amanah sekaligus cobaan yang manakala tidak ditunaikan dengan baik maka akan menyeretnya menuju siksa api neraka.

‘Kesombongan’ dan keagungan hanyalah milik Allah Ta’ala yang Maha Sempurna. Manusia dengan segala kekurangan dan keterbasan yang ada pada dirinya tak pantas menyombongkan diri.
Sebagaimana firmanNya: “Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Jatsiyah: 37)
Allah Ta’ala mengancam hamba-hambaNya yang menyomboongkan diri dengan neraka yang menyala-nyala.

sebagaimana firmanNya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al A’raf: 36)

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.” (QS. Al A’raf: 40)

Kesombongan merupakan sifat dan tabiat dari Iblis laknatullah yang menjadikkan dirinya dimurkai oleh Allah Ta’ala, dikeluarkan dari surga dan kekal di dalam neraka. Taktala Allah Ta’ala menyuruhnya untuk bersujud kepada manusia (nabi Adam As) maka ia mengingkari dengan kesombongannya.

Rasulullah SAW dalam sabdaNya, “Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sebesar biji sawi (dzarrah).”

OLEH: SYAFRIANTO, MA
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search