Adab Buang Air Kecil dalam Islam

Adab Buang Air Kecil dalam Islam

Buang air kecil atau buang air seni adalah suatu hal yang menjadi rutinitas manusia mulai bayi sampai kepada orang tua, buang air kecil merupakan cara kita untuk membuang kotoran dalam tubuh dalam bentuk air seni.

Namun demikian bukan berarti kencing atau buang air kecil boleh sembarangan dan tanpa aturan, karena setiap lini kehidupan ini ada aturan yang harus menjadi perhatian bagi kita, terutama bagi umat Islam.

Secara Islam, saat Anda kencing berdiri ketika akan melaksanakan shalat, saat melakukan shalat terasa ada yang keluar dari kemaluan. Kenapa ? karena akibat kencing berdiri air kencing yang kita buang saat kencing itu, tidak habis keluar dengan sempurna.

Untuk itulah dalam Islam mengatur sampai kepada tata cara buang air kecil yang benar dan tidak melanggar aturan, yaitu sebagai berikut:

01. Buang air kecil jangan menghadap kiblat (ini salah satu cara kita menghormati arah kiblat dalam shalat). Sehingga sangat penting sekali ketika akan membangun WC dirumah kita, perhatikan betul agar tidak salah arah dan menghadap ke kiblat WC kita tersebut.

Hal ini berdasarkan Hadits nabi Muhammad SAW: "Jika salah seorang dari kamu duduk untuk membuang hajatnya, janganlah ia menghadap atau membelakangi kiblat." (H.R Muslim no:389)

02. Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang air kecil. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

"Jika salah seorang dari kamu buang air kecil, janganlah ia menyentuh kemaluannya dan beristinja' dengan tangan kanan. Dan jangan pula ia bernafas dalam gelas (saat minum)." (H.R Al Bukhari no: 150)

03. Membaca Basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat.

Ini jika seseorang memasuki tempat buang hajat berupa bangunan. Sedangkan ketika berada di tanah lapang, maka ia mengucapkannya di saat melucuti pakaiannya. (Keterangan dari Syaikh Abu Malik dalam Shahih Fiqh Sunnah, 1/93.)

Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “Bismillah”.HR. Tirmidzi no. 606, dari ‘Ali bin Abi Tholib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

04. Buang air kecil di tempat tertutup, sebagaimana sabda Rasul: "Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam memboncengkan aku dibelakangnya pada suatu hari, Kemudian dia merahasiakan kepadaku suatu hadits yang aku tidak boleh menceritakan kepada seseorang dari manusia, apa yang Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam paling cintai untuk menutupi manakala membuang hajat adalah bukit atau kebun kurma." (HR. Muslim 342).
Advertisement

Tulis Komentar
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!