Setiap Amal Tidak akan Luput dari Catatan Malaikat

- 07.08
Setiap amal kita senantiasa dicatat oleh Malaikat yang diutus oleh Allah SWT, dalam Islam terdapat pelajaran bahwa setiap manusia selalu diikuti oleh dua Malaikat yang tidak pernah luput mengawasi dan mencatat setiap yang kita lakukan.
Setiap Amal Tidak akan Luput Dari Catatan Malaikat

Kedua Malaikat itu dikenal dengan Nama Malaikat Raqib dan Atid sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Qaf ayat 16-18 :

" Dan sungguh, kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ( Ayat 16 )
" Ingatlah, ketika dua Malaikat mencatat ( perbuatannya ) yang satu duduk disebelah kanan dan yang lain disebelah kiri ( Ayat 17 )
" Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya Malaikat pengawas yang selalu siap ( mencatat ) ( ayat 18 )

Ayat diatas memang menyebutkan bahwa terdapat dua Malaikat yang senantiasa mengikuti dan mencatat amal kita, meskipun demikian cara pencatatan itu jangan pernah kita bayangkan seperti mencatat buku yang ada didunia ini.

Maka setelah semua amal manusia dicatat semasa ia hidup, di Padang Mahsyar Allah memulai proses pengadilan atas diri kita dan semua manusia. Catatan amal kita merupakan alat bukti dalam proses pengadilan tersebut. Dengan indera kita yang telah dipertajam, sebagaimana firman Allah SWT :

" Dan bumi ( Padang Mahsyar ) menjadi terang benderang dengan cahaya ( keadilan ) Tuhannya, dan buku-buku ( perhitungan perbuatan mereka ) diberikan kepada mereka masing-masing, nabi-nabi dan saksi-saksi pun hadir, lalu diberikan keputusan kepada mereka masing-masing dengan seadil-adilnya, sedang mereka tidak dirugikan ' ( Az-Zumar ayat 69 ) 

Pada hari perhitungan amal, masing-masing kita akan mendapatkan catatan amal kita selama di dunia ini. Catatan itu diberikan dengan sebenarnya sebagai bukti dengan proses pengadilan tersebut. Buku catatan amal tersebut sangatlah detail dan teliti. Selain adanya bukti tersebut, Allah juga menyediakan saksi-saksi. Saksi-saksi itu adalah para Nabi dan semua benda atau orang-orang bersama kita saat melakukan sesuatu.

Sedangkan saksi yang paling utama itu adalah Allah dan diri kita sendiri, sebagaimana firman Allah : 

" Pada hari itu diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya " ( ayat 13 )
" Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri " ( Ayat 14 )
" Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya ( ayat 15 ) 

Demikianlah artikel tentang Setiap perbuatan pasti mendapatkan balasannya, semoga kita senantiasa melakukan kebaikan dalam hidup ini dan meninggalkan kejahata serta maksiat.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search