Begini Puasa dan Tilawatil Qur'an Menjadi Syafa'at pada Hari Kiamat

Saat terjadinya hari kiamat yang luar biasa dahsyatnya, orang hidup nafsi-nafsi menyelamatkan hidup sendiri bahkan terhadap anak dan istri juga tidak sempat lagi.
Begini Puasa Dan Tilawatil Qur'an menjadi Syafat Pada Hari Kiamat

Jangankan ingat terhadap keluarga dan sanak family terhadap dirinya sendiri terkadang pada hari kiamat nanti manusia tidak dapat menyelamatkannya, apalagi terhadap harta benda yang selama ini dicari siang dan malam, semua sudah berakhir, menunggu kehancuran itu berakhir.

Pada saat itu tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkan dirinya dari kehancuran dan keganasan hari kiamat, sebelum dibangkitkan kembali Allah SWT, berfirman :

" Pada hari itu manusia bagaikan kupu-kupu yang berterbangan dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihamburkan " ( QS. Al-Qari'ah 4-5 ).

Setelah hari kehancuran itu berakhir dan semua makhluk mati, maka manusia akan dibangkitkan lagi oleh Allah SWT. kita akan dihimpun dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai kainpun. Sebagaimana Sabda Nabi SAw, ketika berkhutbah :


" Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup ( tidak dikhitan ). " ( HR. Muslim ).

Begitulah nanti hari kiamat, tidak ada penolong yang dapat menyelamatkan manusia pada hari kiamat, selain amal shalehnya selama hidup didunia. Oleh karena itu nabi berpesan kepada kita untuk memperbanyak amal shaleh selagi hidup ini.

Diantara amalan yang dianjurkan Nabi adalah Puasa dan Tilawatil Qur'an ( Membaca Qur'an ). Sebab dua amalaiah ini nantinya akan menjadi syafaat atau penolong pada hari kiamat bagi orang yang melaksanakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

" Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi hamba pada  pada hari kiamat. Puasa berkata : " YA ALLAh aku mencegahnya dari makan dan memuaskan syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Al-Quran berkata : Ya Allah aku mencegahnya dari tidur malam hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Maka keduanya diterima Allah SWT ". ( HR. Ahmad dan Abdullah bin Amr ).

Oleh karena itu selama kita masih hidup di dunia ini kita harus memperbanyak amal shaleh untuk bekal di hari akhir. Salah satunya adalah dengan memperbanyak puasa ( wajib dan sunnah ) dan Tilawatil Qur'an. Karena keduanya akan menjadi syafa'at kita pada hari kiamat, yakni hari perhitungan dan pembalsan amal-amal kita selama hidup didunia, hari yang pasti akan kedatangannya. 

Begitulah puasa dan tilawatil Qur'an menyelamatkan manusia dari kedahsyatan hari kiamat, semoga kita nantinya menjadi hamba yang mendapatkan syafa'at itu.


Artikel Berhubungan

Artikel Menarik Lainnya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.