Memaknai Pergantian Tahun Baru Islam

- 20.37
Muharram merupakan awal tahun pada kalender hijriyah, tahunnya umat Islam diseluruh penjuru dunia ini, akan tetapi seolah umat Islam itu tidak mengetahui atau tidak peduli dengan telah bergantinya tahun Hijriyah itu.
Memaknai Pergantian Tahun Baru Islam

Coba sedikit kita renungkan, tatkala pergantian tahun baru masehi, orang rela tidak tidur demi menunggu detik-detik pergantian tepat jam 00.00 itu, semua mengetahui dan banyak yang ikut merayakan pergantian tahun baru Masehi, namun pada tahun baru Islam mereka tak peduli.

Sejarah mencatat bahwa tahun baru Islam itu dimulai sejak Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkatul mukarramah ke Madinatul munawwarah, Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan Nabi Hijrah ke Madinah yaitu :

  • Adanya penyiksaan yang berlebihan terhadap umat Islam oleh kaum kafir qurais
  • Wafatnya paman dan juga istri nabi
  • Adanya Bai'at dari umat Islam
  • Pemboikotan  dari kafir quraisy
Sehingga kondisi dikota mekkah semakin memburuk dan mekkah bukan lagi tempat yang aman untuk perkembangan dan kemajuan Islam, maka diperintahkan Nabi bersama umat Islam untuk hijrah, melalui malaikat Jibril, Firman Allah :

" Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab : “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu?” Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.”(An-Nisaa’ : 97-99)


Ada Tiga pesan moral yang menjadi perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah ini, yaitu:

1. Hindarilah kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun baru ini.

2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, qiyamullail, bersedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, tilawah Al Quran, dll.

3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.
Hijrah Spiritual dan Hijrah Amaliah

Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijrahnya Rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu:
  • Perpindahan secara spiritual dan intelektual,
  • Perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah.
  • Perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim dan membaca.
  • Perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi,
  • dengan kerja keras dan tawakal.
Semoga kita selalu berbenah diri dan menyadari kesalahan masa lalu dan tidak mengulanginya dimasa yang akan datang, agar dari hari kehari kehidupan kita menjadi lebih baik, diridhoi oleh Allah SWT, Aaamiin.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search